Thursday, February 10

Pembentukan FTA Indonesia-Chile Dikabarkan Tertunda

Jakarta ( Berita ) :  Kerja sama pembentukan Kesepakatan Perdagangan Bebas (FTA) antara Indonesia-Chile tertunda karena Indonesia masih perlu melakukan konsolidasi dengan seluruh pelaku bisnis dalam negeri.

Menurut laporan Kedutaan Besar RI untuk Chile, yang diterima Rabu [09/02], “Rencana pembahasan struktur kerja FTA untuk sementara ditunda dan menunggu perkembangan di dalam negeri.”
Sebelumnya, pada 2007 telah dibentuk satu Kelompok Penelitian Gabungan (JSG) Mengenai Kesempatan FTA Bilateral Indonesia-Chile yang terdiri dari pemerintah, akademisi, dan pengusaha.
Menurut laporan dari Kedubes RI di Chile, JSG tersebut telah melakukan pertemuan sebanyak tiga kali dan menghasilkan kesimpulan bahwa FTA bilateral negara akan menguntungkan keduanya dalam bentuk peningkatan perdagangan bilateral yang tidak hanya bersifat “traded goods”, tetapi juga yang masih “non traded goods”.

Selain itu, upaya kepastian hukum yang dapat mendorong iklim investasi, penurunan biaya transaksi perdagangan serta penguatan jaringan hubungan ekonomi di kedua kawasan juga termasuk upaya yang dapat menguntungkan kedua negara tersebut.
“Hubungan perdagangan Indonesia dengan Chile sebenarnya cukup prospektif,walaupun terkadang naik dan turun,” kata Duta Besar RI untuk Chile, Dr. Aloysius Lele Madja saat Diskusi Peningkatan Hubungan Bilateral Indonesia-Chile di Jakarta pada Rabu.
Selain itu, Kementerian Perdagangan dalam laporan tersebut menyatakan bahwa rencana FTA dengan beberapa negara mitra lain juga sedang menunggu proses lanjutan JSG seperti dengan Australia, EFTA dan India sehingga Indonesia harus menentukan skala prioritas dalam pembagian sumber daya untuk menangani setiap forum kerja sama bilateral tersebut.
Sementara itu, pemerintah Chile melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan pembentukan FTA antara Indonesia-Chile merupakan salah satu prioritas yang ingin dicapai dalam waktu dekat, oleh karena itu Chile mengharapkan tanggapan positif Indonesia untuk memulai tahap negosiasi.
Dengan demikian, Indonesia perlu melakukan peningkatan hubungan ekonomi dengan Chile mengingat kesamaan sistem ekonomi serta kondisi Chile yang saat ini memerlukan pemenuhan permintaan berbagai produk dari mitra dagangnya, ungkap pernyataan tersebut.
Di dalam pernyataannya, pasokan produk Indonesia ke Chile masih terbatas dan keadaan Chile yang masih bergantung kepada barang-barang impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya diharapkan dapat dimanfaatkan oleh Indonesia untuk menjalin kerja sama ekonomi lebih jauh.
Menurut Aloysius, pemerintah Chile mendata bahwa ekspor Indonesia ke Chile mengalami fluktuasi dengan nilai seperti pada 2007 sebesar 188,0 juta dolar AS, pada 2008 sebesar 193,4 juta dolar, 2009 sebesar 201,2 juta dolar dan pada 2010 sebesar 198,6 juta dolar.
Sedangkan nilai impor Indonesia dari Chile juga mengalami fluktuasi, pada 2007 sebesar 237,3 juta dolar AS, 2008 sebesar 204,1 juta dolar, 2009 sebesar 182,0 juta dolar dan pada 2010 bernilai sebesar 209,1 juta dolar, tambah Dubes.
Selain itu menurut laporan tersebut, komoditi ekspor Indonesia dan Chile saling komplementer sehingga pembentukan FTA antar kedua negara diduga dapat meningkatkan keadaan ekonomi yang lebih besar bagi warganya. (ant )

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment

Advertisements